Kumpulan Design helm Lucu dan unik
















sumber: http://unik4u.blogspot.com/2010/12/desain-helm-helm-yang-unik-ngak-ngak.html

Membeli Baju Hamil Online

Membeli baju memang merupakan hal yang sangat menyenangkan terutama untuk kaum wanita. Saya sendiri bukan pengecualian, saya malah super suka sama sesuatu yang namanya belanja. Dari tas, baju, aksesoris, dan masih banyak lagi. Selain belanja ke toko atau mall, saya juga suka belanja melalui internet. Untuk mencari toko yang menjual barang yang saya butuhkan, biasanya saya search di google. Sebagai contoh saya mau mencari BAJU HAMIL, saya akan search di google dengan kata kunci tersebut, dan anda pasti akan menemukan banyak website yang menyediakan baju hamil.

Hari ini saya berkunjung ke website yang terdapat GROSIR BUSANA MUSLIM, saya melihat koleksi yang diberikan lumayan lengkap. Dan yang pasti harga yang ditawarkan terbilang cukup murah juga untuk ukuran saya.

Berbagi Tips dan Triks Gratis

Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.

Bikin "Statement" Lewat Kaus Sablon

Keterampilan sablon menjadi salah satu peluang usaha yang cukup banyak dipilih. Sablon adalah sebuah teknik mencetak saring. Media cetaknya pun bermacam-macam, mulai dari kertas, kain, hingga kulit. Meskipun modal awalnya tidak sedikit karena harus membeli mesin pres sablon dan komputer, break even point (BEP) atau balik modal bisa diraih pada tahun pertama bila kita menerima pesanan dalam jumlah besar. Keuntungan yang diperoleh pun bisa mencapai 40 persen. Ditambah lagi, di era digital seperti saat ini, proses sablon menjadi lebih cepat. Pemakaian waktu menjadi lebih efektif.

Media sablon yang kemudian marak dilirik, baik oleh penjual maupun konsumen, adalah kaus. Mengapa? Kaus populer sebagai busana simpel yang disukai dan dipakai segala usia dan jenis kelamin. Selain itu, harga sebuah kaus juga relatif murah.

Inovasi di bidang kaus sablon pun semakin berkembang. Mulai dari tulisan-tulisan kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari sampai foto diri yang bisa dicetak di atas sebuah kaus. Proses pengerjaannya pun relatif singkat. Dalam beberapa menit, desain idaman kaus sudah tersablon dan bersifat personal (karena kita mendesain sendiri).

Bahan dan alat yang dibutuhkan
* Kaus katun polos putih atau berwarna-warni.
* Kertas transfer sablon.
* Tinta.
* Mesin pres sablon.
* Mesin jahit.

Pembuatan
* Buat desain tulisan atau gambar di komputer, lalu cetak di atas kertas transfer. Anda dapat pula langsung membeli foto atau gambar yang sudah jadi di tempat-tempat penyedia desain sablon di pasar Mangga Dua.

* Pilih kaus sebagai media cetak sablon. Setelah itu, letakkan kaus di atas mesin pres sablon. Ratakan bidang kaus agar hasil sablon prima.

* Tentukan posisi cetak desain tersebut.

* Cetak dengan mesin pres sablon. Proses ini hanya berlangsung 10 sampai 20 detik.

* Kaus dapat langsung dipakai. Hasil sablon akan bertahan lama asalkan Anda tidak menyetrika langsung pada bidang sablon.

Modal
* Mesin pres sablon Rp 20.000.000
* Komputer dan printer Rp 3.700.000
* Kaus Rp 15.000
* Satu paket tinta Rp 300.000
* Kertas transfer Rp 35.000
(1 bungkus isi 5 lembar
ukuran A4)

Total Rp 24.050.000

"Saya Pikir-Pikir Dulu, Ya?"

Saat Anda menawarkan produk Anda melalui telepon, kadang-kadang prospek Anda mengatakan, "Nanti deh, saya pikir-pikir dulu." Apakah mereka mengatakan yang sebenarnya? Atau, apa sebenarnya maksud dari pernyataan ini?

Bila Anda berpikir dari sisi calon pembeli, Anda pasti tahu, maksud dari pernyataan tersebut. Pernyataan itu Anda lontarkan bukan karena Anda memang ingin berpikir-pikir dulu, tetapi karena Anda ingin menghentikan berondongan penawaran dari petugas sales yang menelepon Anda. Itulah cara yang dianggap sopan untuk menolak tawaran produk dari petugas sales. Kalau Anda tidak tanggap dengan penolakan, Anda akan menyia-nyiakan banyak waktu dan energi untuk menindaklanjutinya dengan e-mail dan telepon yang tak ada gunanya.

Namun menurut Jim Domanski, CEO Teleconcepts Consulting, firma yang memberikan konsultasi mengenai tele-sales, memang ada sejumlah prospek yang benar-benar memerlukan waktu untuk memikirkannya. Ada yang ingin memikirkan dulu pilihan-pilihan mereka, ada juga yang ingin mengumpulkan informasi lebih dulu untuk memastikan mereka tidak membuat keputusan yang salah.

Jika Anda adalah perwakilan penjualan yang sinis dan berulangkali mendengar keberatan ini, Anda mungkin tidak menanggapinya dengan serius, dan karena itu Anda gagal menindaklanjuti, serta kehilangan peluang. Lalu, bagaimana cara mengatasi jawaban yang menyebalkan tersebut? Dalam salah satu kumpulan artikelnya dalam buku 80 Rahasia Melejitkan Omzet, Domanski berbagi tips:

* Jangan mengatakan apa-apa
Saat prospek mengatakan kepada Anda bahwa dia ingin berpikir-pikir dulu, tak usah mengatakan apa-apa. Tunggu saja dia dengan sabar. Keheningan di telepon menciptakan kekosongan, dan kebanyakan orang menjadi tidak nyaman dengan keheningan.

Setelah dua, tiga, atau empat detik, sebagian besar orang terdorong untuk mengisi keheningan dengan kata-kata. Dia mungkin akan menjelaskan bahwa dia harus bicara dengan atasan, suami, atau orangtuanya. Tiba-tiba Anda menemukan pemain lain dalam permainan. Atau, dia mungkin mengatakan sedang mempelajari proposal lain. Atau, mungkin dia memang tidak tertarik. Apa pun situasinya, sekarang Anda punya lebih banyak informasi sebagai dasar untuk langkah Anda berikutnya.

* Berikan waktu, tapi dapatkan komitmen
Pastikan Anda memberikan batas waktu untuk kegiatan pikir-pikirnya. Misalnya, katakan, "Boleh saya telepon Anda minggu depan? Apakah Rabu jam 09.00 tidak mengganggu jadwal Anda?" Kuncinya adalah tidak hanya mendapatkan tanggal tindak lanjut, tetapi juga waktu spesifik.

Pendekatan ini tidak mengancam, dan ideal bagi prospek yang memang menginginkan lebih banyak waktu. Prospek ini tidak suka dibujuk atau ditekan. Kalau Anda menekan terlalu keras, mereka akan mengatakan "tidak" pada tawaran Anda karena mereka tidak menyukai Anda dan pendekatan agresif Anda.

Kalau prospek tidak mau menerima saran pertama Anda, cobalah waktu dan tanggal lain. Kalau dia tidak menerima lagi, tanyakan kapan waktu dan tanggal yang baik. Kalau dia tidak bisa membuat komitmen, kemungkinan dia memang tidak tertarik. Jadi, waktu Anda lebih baik dihabiskan di tempat lain.

* Gali kebenaran jawabannya
Pendekatannya adalah pertama-tama membuat penekanan pada prospek, lalu mengajukan pertanyaan untuk menentukan apakah keberatan itu benar, atau hanya penolakan belaka.

Ketika prospek mengatakan, "Saya pikir-pikir dulu, ya," berikan jawaban, "Saya mengerti. Kalau di posisi Anda, saya juga ingin memikirkannya dulu." Lalu ajukan pertanyaan berikut: "Boleh saya tanya apa yang membuat Anda khawatir?" Atau, "Boleh saya tanya pertanyaan apa yang belum terjawab?" dan "Boleh saya tanya apa yang membuat Anda enggan?"

Tak perlu dikatakan lagi, jenis penggalian ini akan membuat prospek lebih terbuka dan membantu Anda menentukan apakah keberatannya nyata atau tidak. Jika lain waktu prospek berkata akan berpikir lebih dulu, pikirkan satu dari ketiga pendekatan ini.

Rematik? Hajar Dengan Cabai

Judul di atas memang extrim banget, tentu jangan diartikan berlebihan ya. Pasti ada yang bertanya diantara pembaca semua, apakah benar tanaman cabai bisa digunakan untuk obat? Jawaban saya seperti biasa, pasti bisa dan memang sudah terbukti banyak masyarakat Indonesia yang memanfaatkan tanaman ini sebagai OBAT HERBAL, dan sampai sekarang masih banyak yang menggunakannya. Ini menjadi bukti kalau memang OBAT TRADISIONAL ini benar-benar mapuh untuk menyembuhkan penyakit yang namanya rematik atau kalau tidak salah disebut juga sakit pinggang.

Bagaimana cara mengolah tanaman cabai tersebut sehingga bisa menjadi obat rematik? Dan bagian mana dari cabai rawit yang bisa menyembuhkan? Nah untuk Rematik, cara pengolahannya adalah seperti yang saya sebutkan di bawah ini.
Giling 10 buah cabai rawit sampai halus. Tambahkan 1/2 sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.

Sukses Membangun Bisnis Bareng Pasangan

Saat bersama pasangan, Anda merasa bahagia, merasa kokoh, dan merasa tak akan ada yang bisa memisahkan Anda dan dia. Komunikasi lancar, mudah untuk saling memahami, lalu datanglah ide untuk membuka usaha bersama. Dalam kenyataannya tidak seindah mimpi bersama pada awal-awal rencana. Ide-ide dan keinginan untuk menjalani bisnis mulai bertentangan. Meski golnya sama, tapi ternyata tidak semudah itu mencapainya, karena cara masing-masing individu berbeda. Sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan, simak tips berikut untuk jadi tips agar hubungan personal dan profesional Anda bisa berlangsung mulus:

1. Bagi peran
Jangan sampai peran Anda dan dia bertumpang tindih. Buat kesepakatan mengenai peran masing-masing dan pastikan Anda dan dia sama-sama nyaman dengan peran tersebut. Contoh, pasangan Eduard Hadiwibowo dan Dwi Lindawati yang membuka restoran The Taste. Linda, sang istri memegang peranan dengan titel Director, sementara Eduard, memegang jabatan Managing Director. "Saya lebih ke urusan lapangan dan supervisi, sementara Linda yang mengatur urusan penentuan resep dan menghitung segalanya. Meski kami sama-sama lulusan finansial, namun kami berbagi peran," terang Eduard. Salah satu trik yang bisa Anda lakukan adalah untuk menyamakan visi dan menentukan kesamaan landasan. Landasan tersebutlah yang kemudian menjadi kesamaan dan membantu Anda dan dia mencapai kesepakatan ketika terjadi perseteruan. Perkirakan, mungkinkah jika Anda dan dia menjadi partner yang setara, dan bukan salah satu menjadi bos? Kompromi merupakan sebuan latihan yang tak ada berujung, persiapkan diri Anda.

2. Waktu terpisah
Pagi hari saat bangun, Anda bertemu dia. Siang hari, di kantor, bertemu dia juga. Malam hari, saat akan tidur, dia pun ada di sebelah Anda. Wah, lama-lama kebosanan pun bisa menjadi batu sandungan hubungan Anda. Cobalah untuk menyisakan waktu untuk melakukan hobi masing-masing, terpisah. Entah itu dengan Anda pergi ke supermarket untuk berbelanja, si dia pergi bermain golf, apa pun yang Anda masing-masing sukai, asalkan mengizinkan satu sama lain merasakan "me-time". Dengan begini, Anda dan dia tak terjebak rutinitas, mengurangi friksi dan ketegangan akibat pekerjaan di antara satu sama lain. Kala menikmati waktu sendiri, Anda dan dia makin bisa mengoreksi dan merefleksi diri. Memikirkan apa yang mungkin bisa mengganggu hubungan dan bisnis, kemudian berintrospeksi dan mencari solusi.

3. Pandai menempatkan diri
Untuk pasangan yang memiliki hubungan pernikahan dan terlibat dalam hubungan bisnis, sebaiknya tidak mencampur kedua hal tersebut. Penting untuk membagi waktu dan peran saat di kantor dan saat di luar kantor. Saat urusan pekerjaan, Anda dan dia harus bisa fokus masalah bisnis, sementara mengenai hubungan personal, sebaiknya tidak terbawa ke dalam urusan profesional. Ingat, bahwa Anda dan dia berada dalam satu tim. Tim pernikahan dan tim di bisnis, bukanlah hal yang sama. Anda dan dia butuh satu sama lain untuk saling mendukung di masa-masa sulit baik di kehidupan pernikahan, juga di pekerjaan.

4. Rasa saling menghormati
Ini adalah hal yang cukup tricky. Rasa saling menghormati adalah hal yang penting untuk sebuah partner bisnis. Ketika dibutuhkan, kita harus bisa berganti peran dari suami-istri ke partner bisnis, dan sebaliknya. Dalam hubungan bisnis, hal ini harus benar-benar bisa dilakukan, karena jika tidak, bisa menjebak pikiran kita. Bisa-bisa Anda malah memandang si dia dalam kapasitas pasangan, saat ada masalah di kantor bukan sebagai partner bisnis, hal ini mesti dihindari. Harus bisa menghormati pasangan sebagaimana adanya dia sebagai "partner" saat urusan bisnis.

5. Kencan romantis
Jika memungkinkan, siapkan waktu-waktu tertentu untuk berkencan dan menyiapkan waktu romantis. Saat ini terjadi, upayakan untuk tidak membicarakan bisnis. Ketika sedang menikmati waktu bukan sebagai partner bisnis, curahkan rasa kagum, rasa cinta, dan rasa hormat Anda sebagai istri kepadanya. Nikmati waktu bersamanya sebaik mungkin. Atau bisa juga dengan menghabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak.

6. Rapat rutin bisnis
Di kantor, Anda dan dia harus bisa menempatkan diri sebagai partner, dan partner harus memiliki tujuan yang sama. Upayakan untuk melakukan perbincangan serius di kantor. Manfaatkan waktu-waktu di kantor sebagai partner, bicarakan segalanya tentang bisnis secara profesional hingga tuntas, lakukan secara rutin, agar sama-sama saling bisa mencurahkan ide dan keinginan. Lalu temukan jalan tengahnya. Ini penting, agar para karyawan pun tidak merasa bingung harus mengikuti omongan siapa. Gunakan waktu-waktu rapat ini juga untuk saling memberikan feedback positif dan dorongan semangat satu sama lain.

4 Langkah Awal Berwirausaha

Untuk memulai berwiraswasta sendiri diperlukan suatu keyakinan yang tinggi. Tak jarang, hal ini akan mengintimidasi seseorang. Berikut adalah 4 langkah yang perlu diperhatikan untuk memastikan debut berwiraswasta Anda berhasil.

Kenalilah Pasar Anda
Riset, riset, dan riset. Riset tentang pasar Anda, riset tentang kompetitor Anda, dan cari tahu berapa harga yang mereka pasarkan untuk produk atau jasa mereka. "Jangan lupa untuk mencoba berbincang dengan target utama Anda," saran Ellen Parlapiano, pendiri mompreneursonline.com. Cari tahu apakah mereka akan tertarik dengan apa yang Anda jual, dan apakan mereka bersedia mengeluarkan uang untuk apa yang Anda tawarkan.

Rencanakan Kesuksesan Anda

Untuk mendapatkan persetujuan pinjaman dari bank, Anda akan perlu perencanaan bisnis -atau setidaknya datang dengan tujuan dan misi perusahaan. Pastikan Anda sudah tahu apa yang ingin Anda raih dalam beberapa tahun ke depan dan bagaimana cara yang akan Anda raih.

Bermain dengan Aturan

Anda tentu tak mau harus menutup perusahaan Anda tiba-tiba karena tersandung masalah perizinan, kan? Nah, karena itu, pahamilah bahwa dalam segala hal, akan ada aturan yang memikat. Mulai dari izin pendirian lembaga bisnis, hingga izin memasang iklan. Contoh lain, bahwa Anda akan butuh sertifikat jika ingin membuka sebuah lembaga jasa, misal, studio Pilates.

Sebarkan Beritanya
Anda harus jeli melihat kemungkinan pemasaran. Misal, jika pasar Anda adalah kalangan ibu-ibu, maka Anda saat ini pasti sudah tahu bahwa makin banyak ibu-ibu yang memperluas pergaulan mereka lewat internet. Anda bisa merengkuh kenyataan ibu-ibu itu senang bersosialisasi. Bahwa mereka senang menyampaikan kabar-kabar bagus (dan buruk). Cobalah untuk berinvestasi lewat iklan di sekitar tempat ibu-ibu sering berkumpul, atau membagi sampel. Atau dengan beriklan lewat milis-milis yang anggotanya ibu-ibu.

Anda bisa menggunakan platform tersebut untuk membangun komunitas pasar Anda dengan terus menginformasikan kepada mereka berita-berita terbaru dari produk/jasa Anda, sekaligus meriset akan kebutuhan dan keinginan mereka.

Tips Mengikuti Bazaar dan Pameran

Mengikuti pameran merupakan cara yang paling efektif untuk memperoleh tambahan jumlah pembeli. Bayangkan, pameran sekelas Inacraft bisa mendapat kunjungan tak kurang dari 125.000 pengunjung lokal dan 793 buyers dari 74 negara (catatan tahun 2008). Sedangkan Jakarta Fair tahun 2007 dikunjungi 2.579.000 orang. Mustahil tak satu pun dari ribuan bahkan jutaan orang tersebut yang tidak mampir ke stan Anda bukan?

Karena itu, pilihlah pameran yang paling tepat untuk mengetahui peluang pasar untuk produk Anda. Untuk mengikuti pameran berskala besar di Jakarta Convention Centre atau di SMESCO, tentu Anda harus mengetahui kapasitas produksi Anda. Bila kapasitas produksi Anda belum cukup besar, Anda dapat mengikuti bazaar yang banyak digelar di gedung-gedung perkantoran atau di pusat dagang seperti ITC.

Mempersiapkan pameran
Mengingat banyaknya kompetitor di ajang pameran dagang, sudah seharusnya Anda mempersiapkan dengan baik partisipasi Anda. Carilah informasi mengenai bazaar atau pameran yang akan diadakan di suatu tempat jauh-jauh hari sebelumnya. Hubungi penyelenggara pameran untuk mengetahui persyaratan yang diperlukan.

Menurut Doddy Hidayat, Ketua ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia) untuk wilayah DKI Jakarta, booking stan pada fair organizer biasanya sudah harus Anda lakukan 10-12 bulan sebelum pameran. Hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat mem-booking stan antara lain:
•Memilih lokasi stan yang strategis, misalnya di hoek.
•Membuat desain stan yang menarik.
•Menyewa seorang professional decorator atau professional displayer. Anda bisa meminta foto-foto stan yang pernah mereka kerjakan untuk mengetahui hasil kerja mereka.
•Peluang potongan harga untuk stan dengan menjadi anggota asosiasi dagang tertentu yang sesuai produk Anda.

Sekitar 3-6 bulan sebelum pameran, siapkan bahan promosi dan publikasi, seperti kartu nama, katalog produk dan daftar harga, flyer, website, direct mailing, undangan, press kit, brosur, banner, stiker, termasuk cindera mata untuk pengunjung. Komunikasikan juga rencana kehadiran Anda di pameran.

“Anda harus punya website, karena ini penting untuk menambah image perusahaan Anda. Atau membuat account di situs-situs jejaring sosial. Facebook itu kan sekarang menjadi kekuatan baru di dunia pemasaran,” ujar Doddy.

Pada tahap ini Anda juga perlu menjalin kerjasama dengan fair organizer, dengan cara mengirim data perusahaan, press release, dan trade press, serta mengirimkan profil perusahaan kepada kontraktor stan. Pelajari juga exhibitor manual, untuk mengetahui apa saja dokumen partisipasi yang perlu Anda lengkapi. Bila fair organizer melakukan kegiatan publikasi dan promosi, ikuti juga aktivitas ini.

Bagaimana agar pengunjung yang belum tahu mengenai produk kita itu mau berkunjung ke stan kita?

Menurut Doddy, pengunjung pameran harus diciptakan. Waktu yang lama saat persiapan pameran bisa digunakan untuk mengorganisasikan calon pengunjung. Sekitar 2-3 bulan sebelum pameran, kirimkan press release ke media, dan visitor mailing untuk pelanggan. Hal ini harus diulangi pada 3-4 minggu sebelum pameran. Visitor mailing dan rencana partipasi perlu diinformasikan kembali ke media.

“Pada hari pertama pameran, paling tidak sudah ada 3 pengunjung yang sengaja Anda datangkan. Setelah itu pengunjung lainnya bisa go show aja,” katanya.

Panduan Membuat Proposal Usaha

Dalam setiap usaha, apa pun jenisnya, tentu melibatkan modal. Modal ini dapat kita kumpulkan dari simpanan pribadi, meminjam dari bank atau lembaga pemberi pinjaman lain, atau patungan dengan partner. Jika kita berniat untuk meminjam ke bank atau pihak pemberi pinjaman, Anda tentu harus membuat proposal usaha. Proposal ini akan digunakan untuk memberi informasi menyeluruh tentang usaha yang ingin Anda jalankan.

Orang biasanya berpikir, membuat proposal pasti sulit. Ternyata tidak juga. "Sebuah proposal yang baik adalah proposal yang mampu menjelaskan secara detail sebuah usaha. Tidak harus ribet. Bisa saja sebuah proposal hanya terdiri atas satu lembar kertas," ungkap Godo Tjahjono, SE, MSi, praktisi bisnis wirausaha.

Tidak semua orang tahu atau mengenal bidang usaha yang jadi minat Anda. Jadi buatlah penjelasan-penjelasan yang sederhana dan mudah dimengerti. Proposal usaha sebaiknya memuat tujuh hal berikut ini:

1. Gambaran usaha
Poin ini memuat penjelasan secara singkat mengenai usaha yang hendak Anda jalankan.

2. Pelaku usaha
Beri penjelasan tentang diri Anda. Masukkan latar belakang pendidikan atau pengalaman yang bisa menunjang pelaksanaan usaha. Pemberi pinjaman akan menganggap Anda adalah orang yang tepat.

3. Apa yang diusahakan
Poin ini menjelaskan apa yang menjadi fokus usaha Anda, apakah berbentuk barang atau jasa. Beri tahu alasan pemilihan usaha tersebut. Akan lebih baik jika jenis usahanya memang sedang naik daun atau yang tak lekang dimakan waktu.

4. Target pelanggan
Poin ini menjabarkan siapa calon pelanggan potensial Anda, apakah mereka pegawai kantor, ibu rumah tangga, atau yang lainnya. Jelaskan mengapa Anda memilih mereka.

Sebaiknya Anda memiliki pemahaman yang mendalam soal ini karena hal tersebut akan sangat membantu aspek-aspek usaha yang lainnya. Anda jadi tahu bagaimana cara pemasaran dan promosi yang paling tepat untuk mereka. Tidak akan ada waktu, uang, dan tenaga yang terbuang percuma. Pihak yang memberi pinjaman akan melihat keseriusan Anda, dan menganggapnya sebuah kelebihan.

5. Lokasi
Ini adalah salah satu poin penting dalam proposal. Jelaskan mengapa Anda memilih suatu lokasi sebagai tempat menjalankan usaha. Sebaiknya Anda menyesuaikan lokasi ini dengan barang atau jasa yang ditawarkan serta calon pelanggan.

Kalau bergerak dalam bidang makanan, sangat tidak tepat rasanya bila lokasi yang dipilih adalah yang dekat dengan tempat pembuangan sampah. Bila menargetkan pelanggan dari kalangan menengah ke atas, jangan pilih lokasi yang dekat pabrik. Harus yang lebih nyaman dan berkelas.

Pemberi pinjaman akan datang untuk melihat langsung lokasi itu, dan melakukan penilaian. Jika usaha terletak di tempat yang kurang strategis, tapi masih dalam batas kewajaran, yakinkan pemberi usaha bahwa Anda bisa mengimbangi kekurangan ini dengan cara-cara lain. Bisa pelayanannya yang memuaskan, atau kualitas barang atau jasanya yang di atas rata-rata.

Segi pemasaran juga bisa dioptimalkan dengan menciptakan slogan yang menarik dan mudah diingat.

6. Jumlah pinjaman
Sebelumnya Anda harus sudah menghitung semua poin pengeluaran. Dalam proposal, cantumkan jumlah pinjaman yang sesuai dengan perhitungan yang Anda buat. Pihak bank akan menanyakan kemampuan Anda mengembalikan jumlah pinjaman itu. Berilah penjelasan yang masuk akal.

7. Arus kas
Arus kas (cash flow) adalah penjabaran rencana pemasukan dan pengeluaran usaha. Buatlah perhitungan secara rinci dan realistis. Jangan menetapkan target terlalu muluk di bulan-bulan awal karena usaha baru saja dimulai. Setelah beberapa waktu, baru Anda bisa menargetkan pemasukan yang jumlahnya stabil.

Panjangnya arus kas sebaiknya dibuat sesuai dengan lamanya waktu pinjaman yang disepakati. Bila pinjaman akan berlangsung selama dua tahun, aturlah arus kas selama dua tahun juga. Perinciannya dibagi dalam 24 bulan.

Satu prinsip yang perlu diingat para calon pebisnis, pemberi pinjaman biasanya tidak mau menanggung seluruh biaya yang kita butuhkan. "Mereka hanya mau memberi pinjaman sekian persen dari total. Mereka ingin kita juga berkontribusi," ungkap Godo.

Jadi, tunjukkan bahwa Anda juga memiliki tanggung jawab atas usaha Anda sendiri. Tidak masalah jika dana yang Anda miliki sedikit. Yang penting mereka melihat niat baik Anda untuk berusaha.

4 Syarat Berbisnis Cake dan Cookies


Industri kuliner adalah salah satu industri yang tahan krisis, karena akan selalu ada pembeli selama manusia membutuhkan makan. Salah satu bisnis makanan yang diminati adalah bisnis kue. Selain mudah dipelajari, bisnis kue juga tidak membutuhkan banyak modal sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja asal ada kemauan. Waktu pemasaran juga sangat fleksibel sehingga pekerjaan utama kita tetap bisa dilakukan.

Menurut Dion Dewa Barata, SE, MsM, dosen pemasaran Universitas Pelita Harapan Business School Karawaci, bisnis ini masih sangat menjanjikan karena sifatnya yang emosional. Maksudnya konsumen tidak membeli kue kering dan cupcake hanya karena rasanya saja, namun juga karena adanya perasaan emosional seperti berkaitan dengan hari ulang tahun, hari kasih sayang, promosi pekerjaan, atau saat-saat spesial lainnya. Saat konsumen membeli kue karena kaitan emosional seperti ini, mereka bersedia membeli dengan harga yang cukup tinggi. Inilah salah satu alasan bisnis kue merupakan bisnis yang masih menjanjikan hingga kini.

"Hal lain yang juga menguntungkan dalam melakukan bisnis kue kering dan cupcake adalah munculnya tren dalam industri kuliner dimana "produk-produk besar" seperti kue tart mulai digantikan oleh "produk-produk kecil" seperti kue kering dan cupcake yang lebih spesial dan personal. Dengan munculnya tren baru ini, permintaan konsumen untuk kue kering dan cupcake pun cenderung meningkat sehingga jika Anda tertarik mencoba bergelut di bidang ini, sekarang adalah saat yang tepat," ujar Dion.

Gambaran usaha
Sebelum berbisnis kuliner, ada empat hal yang harus diperhatikan. Yaitu:

Daur hidup produk (life cycle). Kue kering, cupcake, maupun makanan lainnya tentu memiliki kadaluarsa. Sangat penting untuk mengetahui batas kadaluarsa makanan yang akan Anda jual. Sangat penting pula Anda mencantumkan tanggal kadaluarsa karena selain untuk alasan kesehatan, pencantuman tanggal kadaluarsa juga berguna untuk menunjukan itikad baik Anda sebagai pengusaha untuk melindungi konsumen, yang ujung-ujungnya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.

Jenis produk makanan yang akan Anda jual. Konsumen akan senang apabila mereka dapat memilih makanan yang akan mereka beli, karena itu sudah kewajiban Anda untuk menyediakan beragam jenis makanan. Nah, masalahnya jenis apa saja yang harus disediakan? Ada dua cara yang mudah untuk mengetahuinya. Pertama adalah melihat tren makanan yang saat ini sedang marak di pasar dan Anda tinggal mengikutinya. Cara kedua yaitu bertanya langsung ke konsumen. Lakukan survey kecil-kecilan pada teman-teman atau calon konsumen Anda untuk mengetahui makanan jenis apa yang mereka inginkan dan Anda tinggal mengikuti jenis makanan yang paling banyak disebutkan dalam survey tersebut. Mudah bukan?

Penampilan, baik makanan maupun kemasannya. Konsumen seringkali menilai berkualitas atau tidaknya suatu makanan dari penampilannya. Nah, apabila Anda ingin berbisnis cookies dan cupcake, penampilan produk Anda harus menarik sehingga konsumen pun yakin dengan kualitasnya. Faktor penampilan akan meningkatkan harga jual produk anda.

Rasa. Penampilan menarik tanpa didukung rasa yang nikmat tentu akan mengurangi nilai jual suatu makanan. Untuk itu lakukanlah percobaan-percobaan kecil untuk mencari "komposisi" yang pas sebagai ciri khas produk Anda. Lakukan semua percobaan itu dengan melibatkan teman-teman Anda. Selain akan mendapatkan masukan yang sangat bernilai berkaitan dengan rasa, Anda pun akan mendapatkan promosi gratis apabila mereka puas dan menceritakan produk Anda pada orang lain.

Paket Kemitraan untuk Hidangan Khas India

Di Indonesia, India tak cuma terkenal sebagai salah satu produsen film paling besar di kawasan Asia. Orang juga selalu mengidentikkan beberapa menu makanan dengan negeri itu. Misalnya, roti cane. Tetapi, Anda tak perlu datang ke restoran khusus India kalau hanya ingin menikmati menu khas India itu.

Imron Sulaiman menawarkan pelbagai menu masakan India, termasuk roti cane, di foodcourt. Ceritanya, karena kerap bertandang ke Indonesia, Imron yang keturunan India itu menikah dengan wanita pribumi dan menetap di Jakarta sejak 2006.

Saat itu Imron menjajal peruntungan dengan membuka usaha makanan. Menunya: kebab, nasi goreng India, dan aneka makanan lain. Ia menamai usahanya Aladin’s. “Responsnya bagus, karena ada rasa kari India yang bikin penasaran lidah orang Indonesia,” ujarnya.

Selama ini, hampir semua pelanggan Aladin’s adalah orang lokal. “Meski menyajikan menu khas India, namun 99% pengunjung kami adalah orang Indonesia,” kata Imron.

Menu favorit pengunjung adalah nasi kari India, nasi goreng India, dan sate India. Harganya terjangkau. Seporsi Sate India, misalnya, harganya Rp 18.000, ayam goreng India Rp 12.000, dan roti Cane India Rp 10.000. Secara keseluruhan, harga menu yang ditawarkan Imron berkisar Rp 8.000 sampai Rp 25.000 per porsi.

Merasa mendapat banyak sambutan, sejak Agustus 2008 Imron menawarkan konsep kemitraan usaha makanan siap saji khas India. Ia menawarkan lima paket kemitraan.

Perbedaan jenis paket terletak pada luas tempat yang dipakai gerai. Tentu harga setiap paket kerja sama juga berbeda. Paket gerai konsep outdoor standar harganya Rp 20 juta, outdoor khusus Rp 25 juta - Rp 35 juta, indoor standar Rp 30 juta, indoor khusus Rp 35 juta, dan restoran harganya Rp 40 juta.

Secara umum, jenis outdoor standar menyerupai gerai atau gerobak (booth). Adapun outdoor khusus mirip gerai di pujasera. Sedangkan konsep restoran, selain daya tampungnya banyak tempatnya juga harus permanen.

Dengan nilai investasi Rp 20 juta - Rp 40 juta itu, mitra mendapatkan satu outlet alias gerai beserta peralatan lengkap. Antara lain kompor, panci, sendok, gelas, piring, dan lainnya. Kerjasama ini berlaku selama 10 tahun. Oh ya, investasi berupa pembelian paket kerja sama ini tidak termasuk sewa atau beli tempat.

Paling lambat setahun
Mitra boleh menentukan sendiri lokasi, harga jual, dan pilihan menu. Tetapi Imron mengharuskan mitra membeli semua menu dan bahan baku ke Aladin’s di foodcourt Mall WTC Matahari, Tangerang. “Supaya kualitas rasa, tekstur, dan semuanya tetap sama di seluruh gerai,” ujarnya.

Imron memperkirakan mitra akan meraup omzet minimal Rp 300.000 sehari dengan laba bersih 30%-50%. Dengan asumsi itu, mitra bisa balik modal pada bulan ke-12 atau dalam satu tahun.

Itu perhitungan minimal penjualan. Apabila si mitra bisa menggerek penjualan di tiap gerai menjadi Rp 1,2 juta per hari, Imron menghitung, mitra akan balik modal dalam tempo enam bulan.

Sebagai gambaran, saat ini, Imron menjajakan menu India di Mal WTC Matahari, Serpong, dengan omzet Rp 500.000 - Rp 1.200.000 per hari dari 30 hingga 80 pelanggan. “Omzet paling sepi Rp 300.000, tapi jarang,” kata Imron.

Kini, Aladin’s sudah punya dua outlet di Jakarta. Dalam dua bulan ke depan, Aladin’s akan membuka tiga outlet baru. Semuanya milik mitra.

Boneka Muslim Salma

Boneka muslim Salma belakangan ini memang banyak di cari oleh ibu-ibu muslimah untuk putri mereka tercinta. Boneka muslim Salma ini tidak jauh beda dengan Nabila. Boneka ini keduanya memang di buat khusus untuk putri-putri muslimah. Tampilannya yang mirip barbie memang sangat kentara, namun yang tidak bisa dipungkiri kalau ke dua boneka ini memakai BUSANA MUSLIM yang lengkap.

Untuk kedua boneka ini, yaitu Salma dan Nabila sudah bisa di dapatkan dengan mudah di toko boneka seluruh Indonesia. Boneka yang memakai BAJU MUSLIM ini memang belakangan ini menjadi primadona di toko boneka. Setiap hari ada saja ibu-ibu yang membelikan boneka untuk putrinya, mungkin mereka menyadari kalau boneka ini bisa mengajarkan putri mereka tentang busana muslimah. Jilbab yang di pakai ke dua boneka ini juga lucu, kecil dan imut. Dan tentu saja mereka (putri) bisa dengan mudah mengganti jilbab yang di pakai ke dua boneka ini dengan warna yang beda-beda.

Nisa's Quilt, Membayar Keahlian Pembuatnya


Ketika suami dipindahtugaskan ke kota atau negara lain, perempuan seringkali harus mengalah dan meninggalkan pekerjaannya sendiri demi mengikuti sang suami. Banyak perempuan yang lantas memilih menjadi ibu rumah tangga, namun tak sedikit pula yang mencoba membangun karir baru.

Menekuni hobi baru adalah pilihan Nisa Hariadi. Ketika mendampingi sang suami yang bertugas di Dallas, Texas, AS, pada tahun 1994, lulusan Politeknik ITB ini berkenalan dengan quilt.

Quilting adalah seni menggabung-gabungkan kain dengan ukuran dan potongan tertentu untuk membentuk motif-motif yang unik. Potongan-potongan kain tersebut lalu ditindas dengan jahitan model jelujur yang ukurannya harus sama jika dilihat dari sisi manapun. Karena prinsip mengerjakannya dengan tangan, boleh dibilang karya yang satu tidak akan sama persis dengan karya yang lain.

Nisa pun mempelajari teknik pengerjaan quilt. Dari teknik patchwork, dimana kain dipotong-potong dengan bentuk geometri, misalnya segiempat atau segitiga, dengan ukuran yang sama. Potongan-potongan berbentuk geometri ini lalu dijahit satu sama lain hingga menghasilkan suatu pola.

Teknik selanjutnya adalah appliqué. Pada teknik ini potongan-potongan kain dapat dibentuk menjadi gambar seperti binatang, bunga-bungaan, rumah, anak Jepang, dan lain sebagainya. Teknik terakhir adalah paper piecing, dimana kain perca yang sudah dialasi kertas di belakangnya, dilapis lagi dengan kain, lalu kain tersebut dijahit dengan lapisan teratas. Kertas itu lalu dibuang sedikit-sedikit ketika semua bagian sudah disatukan.

Merasa tertarik dengan seni yang berasal dari kebudayaan bangsa Amish ini, Nisa berusaha mencari tahu bagaimana cara membuatnya. Bersama beberapa rekannya di sana, ia mulai mengumpulkan perlengkapan membuat quilt, termasuk buku-buku teknik membuat quilt.

Dari Texas, sang suami dipindahkan ke Rumbai, Pekanbaru. Ternyata, salah satu kegiatan yang diadakan kalangan ekspatriat di perusahaan sang suami adalah kursus quilting. Tanpa pikir panjang, Nisa pun mengikuti kursus tersebut. Ditugaskannya kembali sang suami ke Amerika pada tahun 1999-2002 memberi kesempatan pada Nisa untuk terus meningkatkan keahliannya. Minatnya tak pernah surut, sehingga wanita yang kini berusia 40 tahun ini bertekad untuk lebih serius menekuni kerajinan ini. Berbagai buku dan peralatan khusus untuk quilt diburunya.

Kembali ke Pekanbaru, Nisa sudah berani mengajarkan quilt dalam acara kumpul ibu-ibu.

Mulai berbisnis
Tahun 2004, dari Pekanbaru wanita asal Bandung ini pindah ke Jakarta. Namun meskipun sudah menguasai seni quilting, dan sudah menjadi pengajar untuk kalangan dekatnya, Nisa tidak langsung terpikir untuk berbisnis. Hasil karyanya hanya dipajang saja di rumahnya. Padahal quilt dalam bentuk wall hanging saja sudah mencapai 50 pattern.

Peluang berbisnis datang tanpa disengaja. Saat itu Nisa sedang bertandang ke rumah sahabatnya, yang juga telah memiliki wall hanging karyanya. Lalu datang seorang tamu ke rumah sahabat Nisa, dan tercengang melihat hiasan dinding yang indah tersebut. Tamu yang ternyata staf sebuah kedutaan asing tersebut lalu menawarkan Nisa untuk mengikuti pameran Women International Club.

“Padahal, untuk bisa mengikuti pameran semacam itu biasanya harus mengikuti proses seleksi. Saya beruntung karena tidak perlu mengikuti berbagai prosedur biasanya,” kata Nisa.

Tahun 2005, untuk pertama kalinya Nisa berpameran di acara berskala besar seperti WIC, yang saat itu digelar di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan. “Dari pameran itu, saya banyak berkenalan dengan orang-orang dari kedutaan asing. Dari mereka saya jadi tahu bagaimana cara mengikuti pameran-pameran yang lain,” ujar Nisa. Yang jelas, ia juga mulai mendapatkan pembeli dan pelanggan, dari dalam dan luar negeri.

Hingga kini, Nisa sudah berpartisipasi di berbagai pameran seperti Inacraft, La Femme, Indocraft, ANZA (Australian and New Zealand Embassy Bazaar), AWA (American Women Association Bazaar), IWA (Indian Women Association Bazaar), dan klab-klab kedutaan lainnya.

Banyak ekspatriat yang membeli quilt karya Nisa, karena harganya yang jauh lebih murah daripada di Amerika. Di sana, harga sepotong selimut bisa mencapai 10.000 dollar, sedangkan harga selimut Nisa “hanya” Rp 3,5 juta (ukuran besar) atau Rp 2 juta – Rp 2,5 juta (ukuran single, dan tergantung motif). Berbagai bentuk quilt lain yang dibuat Nisa antara lain wall hanging (Rp 1,5 juta), sajadah dan tasnya (Rp 850.000), juga taplak, sarung bantal sofa, korden, hingga cover sofa.

Harga yang mahal ini, menurut Nisa, tentunya karena quilt adalah suatu seni yang dikerjakan tangan. Membayar sekian juta untuk selimut artinya membayar keahlian perajinnya. Harga tersebut tentu sudah termasuk penggunaan bahan-bahan berkualitas, seperti benang khusus quilt yang masih diimpor. “Kalau benang jahit biasa kurang kuat. Jahitannya gampang brodol,” seru ibu dua anak ini.

Karena tingkat kesulitan pembuatannya yang tinggi itulah, Nisa juga tidak memproduksi quilt secara massal. Dalam sebulan, ia hanya menghasilkan empat potong selimut. Ia dibantu oleh sejumlah karyawan untuk memenuhi pesanan quilt berbagai bentuk.

Nisa juga tidak menaikkan harga barang ketika mengikuti pameran. “Itulah yang kadang membuat bisnis kolaps, karena harga saat pameran dibuat lebih mahal,” papar Nisa, yang kini omzet-nya mencapai Rp 50 juta sebulan.

Di antara pelanggan tetap Nisa itu, adalah Elfianty, sang sahabat yang mempertemukannya dengan staf kedutaan asing dulu. Sebelum mengoleksi karya Nisa, Elfi mengaku sudah sering melihat quilt di pasaran. “Tapi kalau beli di luar enggak ada yang bagus. Punya Nisa kan bagus-bagus, warna dan motifnya banyak variasi,” puji Elfi, yang sudah mempunyai empat sajadah, dan empat wall hanging untuk seluruh anggota keluarganya.

Ia sendiri mengaku awalnya juga ingin belajar membuat quilt pada sahabatnya itu (untuk mengikuti kursus quilt, silakan baca "Quilting, Seni Menggabungkan Kain Perca" di rubrik Hobby). “Tapi saya orangnya enggak sabaran. Akhirnya kalau peserta yang lain sibuk menjahit, saya malah pindah baca koran di depan rumah,” ujar Elfi sambil tertawa geli.

Elfi berusaha merawat koleksi quilt-nya sesuai instruksi dari Nisa. Quilt sebaiknya hanya dicuci setahun sekali. Mencucinya pun hanya boleh dengan shampo bayi. “Kalau pakai sabun deterjen, terlalu keras. Jahitannya bisa cepat rusak,” ujar Nisa. Setelah dikeringkan, selimut atau barang-barang quilt yang lain disimpan dengan tas dari bahan belacu.

Nisa kini sudah mampu menciptakan appliqué sendiri. Misalnya saja, ia melihat gambar ayam yang bagus pada perangkat cangkir dan teko. Gambar itu lalu difoto, di-scan, dan dijadikannya motif appliqué. Keahlian seperti ini menjadi modalnya sebagai quilt specialist, dan karena itu Nisa membedakan posisinya sebagai pengajar dan sebagai pelaku bisnis quilt. Pattern-pattern yang lebih rumit dan jumlahnya ribuan, serta motif temuannya sendiri, tidak dimasukkan dalam “kurikulum” kursusnya. Nisa hanya akan mengajarkan bila ada peserta (biasanya yang sudah ada di tingkat Advance) yang ingin mencoba membuatnya. Kelak, jika rajin berlatih peserta ini tentunya juga mampu menciptakan motif appliqué sendiri.

Karena itulah, meskipun para perajin quilt belajar dari sumber yang sama, masing-masing pasti memiliki kelebihan tersendiri. Hal ini tentu kembali pada prinsip quilting seperti telah disebut di awal tulisan: karena quilting dikerjakan dengan tangan, tak ada karya perajin yang mirip satu sama lain. Pembeli tinggal memilih mana yang sesuai dengan seleranya.

Tiga Jalan Mengumpulkan Modal Usaha

Salah satu faktor penting yang diperlukan untuk membuka usaha adalah modal. Modal yang diperlukan untuk usaha biasanya terbagi menjadi tiga: Modal Investasi Awal, Modal Kerja, dan Modal Operasional. Namun setelah mengetahui hal ini, beberapa orang malah makin pusing. "Menghitung modal sih memang gampang. Masalahnya sekarang, gimana caranya supaya modalnya bisa terkumpul?" begitu mungkin yang Anda pikirkan.

Ini memang bahasan menarik, karena banyak orang kesulitan mengumpulkan modal usaha. Sebagai contoh, kalau seseorang ingin buka usaha laundry dengan memiliki mesin cuci sendiri, dan ia membutuhkan modal dana sebesar Rp 20 juta, sementara dananya sendiri baru Rp 3 juta, darimana ia bisa mengumpulkan modal?

Ada tiga jalan untuk mengumpulkan modal usaha:

1. Modal sendiri
Pertama jelas, kalau Anda ingin membuka usaha, Anda bisa memakai modal sendiri. Caranya bisa dengan mengambil dari simpanan yang Anda miliki sekarang, entah dari tabungan atau deposito, atau dengan menjual aset yang Anda punya. Sebagai contoh, banyak orang yang menjual sepeda motornya untuk dijadikan modal usaha, atau menjual perhiasan yang dimiliki.

Menjual barang untuk menambah modal usaha adalah hal yang biasa. Yang paling penting, jangan merasa terlalu sayang untuk menjual beberapa aset Anda untuk menambah modal usaha. Contohnya, kalau Anda tidak mempunyai uang untuk modal usaha dan harus menjual perhiasan Anda, ya jual saja. Kelak bila usaha Anda sudah berhasil, Anda toh bisa membeli lagi perhiasan yang lebih bagus. Betul, enggak?

2. Meminjam
Meminjam uang untuk modal usaha juga sering dilakukan orang. Dengan meminjam, seringkali usaha yang memang Anda impikan bisa lebih cepat terwujud. Hal ini lebih baik daripada menunggu hingga modal terkumpul. Hanya saja, karena modal itu Anda dapatkan dengan meminjam, Anda betul-betul harus memperhatikan cash flow Anda. Ini karena Anda pasti harus mengembalikan uang yang Anda pinjam. Entah dengan mengembalikannya secara bulanan, 6 bulanan, atau mungkin tahunan.

Dalam hal meminjam, bahwa banyak orang yang seringkali terlalu fokus kepada bagaimana mereka bisa mendapatkan pinjaman, tetapi tidak memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Jadi, ketika meminjam, cobalah untuk memikirkan bagaimana caranya Anda bisa mengembalikan pinjaman tersebut.

Tipsnya, ketika Anda memikirkan caranya, jangan terlalu optimis bahwa pendapatan dari usaha Anda pasti bisa langsung besar di bulan-bulan pertama. Kalau perlu, buatlah perkiraan sepesimis mungkin. Dari perkiraan yang pesimis tersebut, Anda pasti bisa melakukan penilaian apakah pengembalian yang akan Anda lakukan nantinya bisa lancar atau tidak.

3. Kerja sama
Daripada Anda memakai dana milik Anda sendiri semuanya, atau daripada Anda meminjam, mengapa tidak mencoba menjalin kerja sama dengan orang lain? Dengan menjalin kerja sama, maka risiko usaha Anda bisa lebih kecil karena harus dibagi bersama teman-teman Anda. Cuma, keuntungan yang Anda dapatkan tentu juga harus dibagi. Artinya, risiko dibagi, keuntungan juga harus dibagi.

Sekarang masalahnya, adakah orang yang mau kerjasama dengan Anda? Itu tergantung apakah Anda bisa dengan baik menawarkan keuntungan yang masuk akal pada usaha yang Anda tawarkan. Tetapi, tawaran keuntungan saja belum cukup lho. Anda juga harus bisa memberikan pendekatan yang baik, tidak sombong pada orang-orang yang ingin Anda ajak kerjasama.

Selain itu, bila memungkinkan, penjelasan yang Anda berikan juga harus masuk akal, seadanya, dan tidak melulu memaparkan keuntungan pada orang yang ingin Anda ajak kerjasama.

Nah, sekarang, Anda sudah tahu bagaimana mengumpulkan modal untuk membuka usaha. Mudah-mudahan dari tiga pilihan tersebut di atas, Anda bisa menentukan pilihan mana yang terbaik.

Susahnya Menembus Industri Fashion

Fashion Tent, tempat utama pergelaran Jakarta Fashion Week 09/10, juga menjadi ajang para desainer muda untuk memamerkan rancangannya. Stella Rissa, Jeffry Tan, dan Mel Ahyar menggelar rancangan mereka dalam ”3 Young and Vibrant Designers”, Selasa (17/11). Sedangkan dalam acara Cleo Fashion Awards 2009 di panggung Koridor M, Rabu (18/11), penonton menanti-nanti penampilan label Raiki, Kikichan, KLÉ, Nina Nikicio, Danjyo&Hiyoji, Majic., Geulis, dan Petite Cupcakes. Semua adalah merek yang dimiliki orang muda berusia 20-30 tahun. Penghargaan kemudian diberikan juri kepada KLÉ yang didirikan Kleting Titis Wigati pada Januari 2009.

Yang membedakan para perancang di atas dari banyak yang lain adalah mereka memiliki tekad membuat produk siap pakai daripada membuat pakaian berdasarkan pesanan satu per satu pelanggan. Para perancang seperti itulah yang membuat industri mode berkembang karena karya mereka dapat dinikmati masyarakat luas.

Kenyataannya, tidak mudah memasuki industri mode karena keterkaitan dengan industri pendukung di hilir dan hulu yang panjang. Ketika masih memproduksi dalam hitungan satu atau dua lusin per bulan, belum ada kendala bahan baku atau modal. Begitu berbicara koleksi satu tahun yang biasanya terdiri atas dua koleksi utama dengan beberapa koleksi antara, bahan baku menjadi masalah. Pun modal.

”Bahan baku memang jadi masalah. Saya menyiasati dengan baik-baikin tukang jual kain supaya kainnya disimpankan dulu. Nanti, saya tebus kalau sudah ada uang,” kata Kleting. Untuk tiap koleksi, KLÉ membuat 26 model dan tiap model diproduksi 25 buah dengan sistem subkontrak.

Jeffrey Tan, yang belajar mode di Esmod Jakarta dan sejak awal 2009 memiliki butik di Warung Buncit, Jakarta Selatan, menawarkan desain yang dia sebut sebagai ”eksperimental”. Wujudnya detail, seperti bentuk saku pada rok atau kerah di blazer untuk memberi karakter. Hasilnya, di panggung Jeffrey mendapat tepuk tangan penonton.

”Saya pernah empat tahun kerja di pabrik garmen di Bali, jadi tahu cara outsource produksi rancangan saya kalau ada pesanan banyak,” kata Jeffrey yang produk baju laki-lakinya terdapat di Fashion First, Senayan City, Jakarta.

Dana Maulana (29), yang bersama Syarifah Liza (28) mengawaki Danjyo&Hiyoji, sudah memulai usaha ini sejak 2001. Meskipun demikian, untuk membesarkan dengan cepat masih kesulitan modal. ”Kami sedang mencari investor,” kata Dana, yang tiap bulan memproduksi 500 potong pakaian perempuan dan laki-laki dewasa muda dengan 11 karyawan.

Desainer Muda, Bergerak Lewat Komunitas

Tepukan riuh dan teriakan pemberi semangat membuat udara di Fashion Tent, tempat utama pergelaran Jakarta Fashion Week 09/10 di Pacific Place yang disesaki sekitar 800 pengunjung, bertambah panas.

Selasa (17/11) sore itu, Stella Rissa, Jeffry Tan, dan Mel Ahyar menggelar rancangan mereka dalam ”3 Young and Vibrant Designers” yang disponsori Mazda.

Suasana mirip juga terjadi dalam acara Cleo Fashion Awards 2009 di panggung Koridor M, Rabu (18/11). Meskipun acara molor lebih satu jam dari jadwal, penonton semakin malam semakin ramai, sebagian besar orang muda. Mereka menunggu penampilan label Raiki, Kikichan, KLÉ, Nina Nikicio, Danjyo&Hiyoji, Majic., Geulis, dan Petite Cupcakes. Semua adalah merek yang dimiliki orang muda berusia 20-30 tahun. Penghargaan kemudian diberikan juri kepada KLÉ yang didirikan Kleting Titis Wigati pada Januari 2009.

Begitulah, para perancang muda itu memulai usaha. Membangun jejaring melalui komunitas adalah modal untuk memasarkan produk dan umumnya mereka berangkat dari kebutuhan praktis diri sendiri atau teman-teman.

”Komunitas penting banget untuk kami,” kata Dana Maulana (29) yang bersama Syarifah Liza (28) mengawaki Danjyo&Hiyoji.

”Blog juga membantu pemasaran kami,” kata Kleting, lulusan Esmod Jakarta dan Instituto Artistico dell’ Abbigliamento Marangoni, Milan, dan sempat bekerja di Miss Sixty, produk asal Inggris, di Hongkong.

Karena berkembang melalui komunitas, satu teman membicarakan dan merekomendasi suatu produk kepada teman lain. Dalam pemasaran modern, terutama menyangkut anak muda yang tak terikat lagi pada media konvensional, word of mouth diyakini lebih ampuh daripada iklan konvensional. Contohnya ketika BurgerKing Amerika awal tahun ini menawarkan burger whopper gratis kepada anggota facebook yang membuang teman facebook mereka, cara ini mendapat sambutan hangat dari anggota jejaring pertemanan dunia maya itu.

Label sekunder
Duet Cecilia Yuda (27) dan Lisa (26) memosisikan diri sebagai konsumen yang kesulitan mencari gaun cocktail atau gaun malam yang enak dipakai, cantik, dan harganya murah.

Setelah mengawali produksi tahun 2007 dengan satu penjahit, produk mereka, Benten, kini mempekerjakan 18 karyawan dan dijual di toko di rumah Lisa. Ditambah cara pemasaran online, Benten terjual hingga ke Singapura, Malaysia, Australia, dan Amerika Serikat.

Benten, yang diambil dari nama dewi keberuntungan Jepang yang cantik dan tangguh, menyediakan gaun untuk berbagai bentuk tubuh.

”Misalnya, untuk perempuan bertubuh pendek, tetapi ingin terlihat tinggi. Kami sengaja membuat beberapa contoh untuk tiap desain,” jelas Cecilia yang berpendidikan formal kehumasan di Melbourne, Australia. Adapun Lisa belajar financial banking. Tiap tahun Benten membuat 30 desain dan memasang harga Rp 1 juta-Rp 4 juta.

Adapun Stella Rissa, sejak awal sudah bulat ingin menjadi perancang busana siap pakai. Pergelaran di JFW adalah perkenalan lebih luas label sekundernya Stella.R yang diproduksi di Jakarta dan Bali.

Stella.R memakai konsep padu padan yang kuat. Meskipun bergaris sederhana dan tanpa batuan—tren mode saat ini—tetapi Stella.R penuh detail dengan teknik lipit dan lapis bahan tembus pandang.

”Stella.R diproduksi semimassal di Bali. Di sana lahan lebih luas karena kami mewarnai sendiri kain kami,” tutur Stella yang bermitra dengan dua rekan di Bali.

Dengan harga jual Rp 200.000-Rp 2,5 juta, Stella.R sanggup bersaing dengan produk sejenis dari negara tetangga. Tahun depan Stella.R akan dijual di toko independen Black Market di Singapura, menambah gerai saat ini di toko Gaya di Plaza Indonesia.

Tak heran bila Jeffrey dan Stella berharap kepada JFW. ”Harapan saya tidak muluk-muluk. Paling tidak bisa, seperti Sao Paulo atau Melbourne, didatangi pembeli internasional. Saya siap berproduksi kalau ada permintaan,” kata

Meracik Laba dari Aneka Menu Bebek

Saat ini menu bebek sudah tidak asing lagi di lidah kita. Orang sudah mampu mengolah daging bebek sehingga tidak alot dan berbau amis seperti dulu. Tak heran gerai-gerai yang menjajakan aneka jenis menu dari daging bebek terus bermunculan. Agar bisa menggaet banyak pembeli, tentu masing-masing menonjolkan keunikan olahannya.

Salah satu restoran yang mengaku berhasil menciptakan menu bebek yang diminati banyak orang adalah restoran bebek goreng Mbah Wongso asal Yogyakarta. Rumah makan ini menyajikan berbagai menu bebek. Ada bebek goreng, bebek bakar, rica-rica bebek, dan bebek penyet.

Menurut Suanto, keunggulan menu bebeknya terletak pada tekstur bebek yang garing tetapi lembut, dan tanpa bau amis. Ini berkat ramuan bumbu khas Mbah Wongso yang dipadu sambal kocek, khas racikan tangan Suanto.

Anto -panggilan akrabnya- memulai usaha ini tahun 2002 di Yogyakarta. Usaha lelaki asli Solo ini terus berkembang, hingga akhirnya ia punya empat cabang dan namanya di kenal di Solo dan sekitarnya. Anto yakin minat terhadap menu bebek akan terus meningkat. Namun ia juga masih terus giat melakukan promosi. Di antaranya lewat pameran, internet, maupun koran lokal.

Tahun 2008, Anto pun menawarkan waralaba. Sekarang dia sudah punya lima terwaralaba yang membuka gerai di Malang, Pekalongan, Kudus, dan Jakarta.

Modal Rp 102 juta
Anto menawarkan paket waralaba seharga Rp 102 juta untuk wilayah Jawa, dan seharga Rp 122 juta untuk di luar Jawa. Paket waralaba tersebut sudah mencakup fee waralaba (franchise fee) sebesar Rp 35 juta untuk lima tahun, semua peralatan produksi, pelatihan karyawan, stok bahan baku pertama, seragam karyawan, dan promosi. Paket investasi itu juga sudah termasuk renovasi tempat, namun tidak termasuk biaya sewa tempat.

Seperti kebanyakan waralaba lain, Anto juga mengharuskan terwaralaba membeli daging bebek dari pihaknya. Untuk lalapan dan bumbu lainnya, terwaralaba bisa membeli dari tempat lain.

Harga menu tergantung lokasi gerai. Untuk bebek goreng, misalnya, Anto mematok harga Rp 10.000 per porsi untuk Yogya, dan Rp 14.000 di Jakarta. Harga rica-rica bebek Rp 15.000 di Yogya, dan Rp 19.000 di Jakarta. Tetapi, Anto tidak memberlakukan harga mati. Terwaralaba bisa menentukan harga sendiri.

Menurut hitungan Anto, jika terwaralaba bisa menjual 100 porsi atau sekitar 25 ekor per hari, terwaralaba bisa meraup omzet Rp 1,5 juta per hari, atau Rp 35 juta - Rp 45 juta per bulan. Setelah dikurangi semua biaya, termasuk sewa tempat, terwaralaba akan balik modal antara 12 bulan-18 bulan.

Nani Astono, salah satu mitra Bebek Goreng Mbah Wongso yang membuka gerai di Yogyakarta sejak awal 2009, menyatakan tertarik menjadi terwaralaba karena Mbah Wongso menawarkan menu lebih variatif.

Nani bilang sejauh ini ia sudah mempunyai banyak penggemar. Dalam sehari setidaknya ia bisa menghabiskan 20 ekor bebek, dengan omzet rata-rata Rp 1 juta. Namun ia mengaku, tingkat keuntungan bersih yang ia peroleh hanya 15%. Karena itu, ia belum bisa balik modal dalam waktu dekat ini.

3 Hal yang Diinginkan Konsumen


Ada tiga hal yang penting di mata para konsumen; harga, kualitas, dan kecepatan. Semakin tingginya persaingan di masa sekarang ini, mau tidak mau, membuat para produsen atau penyedia jasa harus mampu memberikan ketiga hal tersebut kepada para konsumen. Berikut adalah tips yang bisa Anda ikuti untuk bisa memenuhi keinginan konsumen dan unggul dalam persaingan:

Baik dalam segalanya, hebat dalam satu hal
Konsumen mengharapkan bisnis Anda bisa menawarkan kualitas terbaik, dengan harga murah, dan servis yang tepat waktu. Namun, para konsumen tidak mengharapkan bisnis Anda hebat dalam ketiga aspek yang disebutkan di atas tadi. Yang bisa Anda lakukan adalah mencari tahu rating bisnis Anda dari segi harga, kualitas, dan servis. Carilah orang yang bisa memberikan penilaian obyektif. Pastikan performa perusahaan Anda lebih baik dari kompetitor Anda dalam 1 hal, dan cukup bisa bersaing untuk 2 hal lainnya.

Perkuat posisi Anda
Pelanggan akan memilih pelayanan yang baik, produk, makanan, atau apa pun yang ingin mereka dapatkan dari uang yang mereka keluarkan berdasarkan kelebihan yang ditawarkan perusahaan. Jika mereka tak yakin apa kelebihan perusahaan Anda, mereka akan lebih memilih perusahaan kompetitor yang sudah jelas kelebihannya, dan bisa memberikan apa yang mereka cari. Langkah yang bisa Anda lakukan adalah menentukan, menambahkan, dan mempromosikan kelebihan Anda. Jika Anda memiliki harga yang cenderung lebih murah ketimbang pesaing Anda, pastikan Anda memiliki tim yang selalu memantau harga si pesaing agar bisa memastikan bahwa harga Anda adalah yang terbaik. Jangan lupa mempromosikan harga bersaing Anda tersebut untuk membantu penjualan.

Namun jika perusahaan Anda lebih baik ketimbang perusahaan pesaing, pastikan hal itu benar-benar terjadi. Misal, jika perusahaan Anda mampu menyelesaikan order tepat waktu dan dalam keadaan baik, maka jagalah brand positioning tersebut. Promosikan, bahwa perusahaan Anda adalah salah satu yang menjaga efisiensi kerja dan waktu. Jika kualitas adalah keutamaan Anda, baik dalam hal produk, servis, keahlian, kenyamanan, dan setting bisnis, atau reputasi keseluruhan, maka pertahankan kelebihan Anda tersebut dengan terus-menerus memperbaiki produk atau jasa Anda.

Hadapi kelemahan Anda
Untuk menumbuhkan bisnis, Anda harus bisa menarik para calon pelanggan yang menganggap bahwa Anda tidak memberikan apa yang mereka butuhkan, dan menawarkan nilai tambahnya. Pelajari alasan mengapa para calon pelanggan ini tidak memilih perusahaan Anda. Pikirkan mengapa mereka berpikir bahwa perusahaan Anda tidak bisa memberikan apa yang mereka inginkan? Jika impresi mereka salah, bantu para calon pelanggan Anda untuk memandang dengan cara berbeda. Jika mereka benar, tambahkan penawaran menarik agar mereka mau berbisnis dengan Anda.

Lakukan sekarang
Jika perusahaan besar bisa menyesuaikan organisasi besar mereka untuk memenuhi keinginan pasar yang menginginkan segalanya, perusahaan kecil Anda pun pasti bisa melakukannya juga. Lakukan sekarang juga!

Memulai Bisnis Laundry

Bagaimana memulai bisnis laundry? Mulai dari modalnya, perincian biaya untuk membeli alat dan fasilitas yang harus dipenuhi, hingga perkiraan pengeluaran per bulan dalam bisnis laundry dan keuntungannya. Selain itu, jika ingin ber-partner apa saja kriteria partner bisnis yang baik dan dapat dipercaya? Jika kita tak sanggup membeli alat atau fasilitas berat seperti mesin cucinya, apakah bisa menyewanya?

Di Indonesia ada beberapa jenis usaha yang masih termasuk ke dalam kategori bisnis laundry alias cuci-mencuci baju.

Bisnis laundry dari jenis yang paling sederhana dikenal dengan cuci-setrika. Bisnis ini biasanya menjamur di daerah yang banyak terdapat kos-kosan atau rumah kontrakan, dimana penyewa kos atau kontrakan tak sempat atau tak bisa melakukan cuci dan setrika baju sendiri. Biasanya ini dikerjakan oleh pembantu atau penjaga kos-kosan itu.

Sementara bentuk laundry yang canggih di Indonesia dari dulu dikenal dengan istilah binatu. Dalam bahasa modern saat ini lebih dikenal dengan istilah laundry & dry clean, dimana untuk laundry pakaian dicuci menggunakan mesin cuci. Sedangkan untuk dry clean pakaian dibersihkan dengan cairan kimia khusus yang bisa membersihkan dan merontokkan kotoran di pakaian tanpa dicuci secara biasa.

Usaha jenis ini yang dulu hanya dilakukan secara rumahan atau terdapat di hotel-hotel mewah untuk fasilitas tamunya, lalu mulai menjamur di tahun 1990-an, sejak dimulainya sistem franchise (waralaba) bisnis ini dari luar negeri.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir juga menjamur bisnis sejenis yang menggunakan waralaba lokal dan sistem agency yang bisa memberikan layanan dengan harga lebih terjangkau. Layanan, yang tadinya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas, kini bisa dinikmati masyarakat kelas menengah ke bawah.

Tak berhenti sampai di situ, kombinasi antara layanan murah dengan layanan cuci-setrika tadi berkembang lebih kreatif lagi dengan munculnya laundry kiloan. Yaitu laundry biasa, tapi dengan harga yang dibayarkan berdasarkan hitungan kilogram (bukan per potong pakaian).

Nah, bila Anda menginginkan bisnis laundry untuk kelas menengah yang bisa terjangkau seluruh lapisan, mari kita lihat persiapan apa saja yang harus dilakukan.

Pertama, modal untuk investasi yang dibutuhkan untuk lokasi penjualan (outlet tempat menerima pelanggan atau cucian), lokasi mencuci, dan peralatan berupa mesin-mesin yang dibutuhkan, serta instalasi air, listrik, dan buangan air kotor.

Lokasi tempat menerima cucian dan tempat mencuci bisa dilakukan di tempat yang sama atau terpisah, mengingat dibutuhkan instalasi air yang memerlukan ruang dan biaya yang juga besar.

Ada pun mesin yang dibutuhkan adalah: cash register (mesin hitung uang), mesin cuci baju kapasitas besar/ industri, mesin pengering baju kapasitas besar, mesin setrika press besar, dan setrika tangan. Ini minimum standar mesin yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini. Jika jumlah cucian belum terlalu banyak, mesin press (setrika otomatis) bisa digantikan seterika tangan yang harganya jauh lebih murah.

Mesin cash register digunakan di lokasi penerima cucian untuk mencatat dan menerima transaksi keuangan. Mesin cuci digunakan untuk mencuci pakaian yang bisa dicuci dengan mesin biasa, sedangkan pakaian yang tak bisa dicuci dengan mesin cuci biasa harus dicuci secara terpisah.

Kendati Indonesia negara tropis dengan matahari yang terus bersinar, kita tak bisa mengandalkan matahari untuk mengeringkan cucian. Selain itu, diperlukan ruang jemuran yang amat besar untuk mengeringkan pakaian. Bila musim hujan tiba, akan sulit untuk mengeringkan pakaian. Maka, dibutuhkan mesin pengering cucian.

Mesin setrika (press) otomatis juga diperlukan, tapi untuk mendapatkan press-line atau garis setrika yang jelas dan tegas biasanya tukang cuci lebih menyukai setrika tangan yang berat, karena memberikan hasil yang jauh lebih maksimal, meski membutuhkan tenaga pekerja lebih banyak.

Sedangkan untuk biaya operasional sehari-hari komponennya: biaya sewa tempat deterjen dan pelunak cucian, air, bahan kimia untuk dry-clean, dan SDM (pekerja). Untuk lokasi bisa di rumah sendiri, terutama lokasi untuk tempat mencuci. Sedangkan air, bisa pakai air tanah, tapi usahakan disaring lebih dulu karena air tanah yang kotor bisa merusak pakaian.

Di beberapa laundry modern, biasanya menggunakan mesin penyaring air sebelum digunakan atau mesin daur ulang air. Beberapa laundry modern yang lebih mewah dan mahal bisa menggunakan air minum mineral untuk mencuci pakaian pelanggan. Dibutuhkan 1 orang pekerja di tempat penerima cucian, 2 orang pekerja di tempat pencucian, 1 orang untuk mencuci, dan 1 orang lagi untuk setrika pakaian.

Modal terbesar yang harus dipersiapkan adalah untuk pembelian mesin-mesin dan sewa tempat. Adapun harga mesin relatif ke jenis mesin yang ingin dibeli. Mesin cuci punya spesifikasi, tergantung dari jumlah kilogram yang ingin dicuci apakah 10 kg, 20 kg, 30 kg, dan seterusnya, begitu juga dengan mesin pengering. Untuk mesin-mesin kelas industri keluaran Jerman memiliki kualitas terbaik, tapi harganya jauh lebih mahal dibandingkan mesin keluaran Jepang.

Untuk memulai usaha jenis rumahan, Anda bisa memakai mesin rumahan, tetapi daya tampung cucinya kurang besar. Sehingga bila permintaan cucian meningkat Anda harus menggunakan beberapa mesin cuci. Berbisnis laundry mengandalkan kuantitas yang besar, karena keuntungan per potong dari sisi nominal tak terlalu besar.

Maka, pemasaran atau jumlah cucian akan amat menentukan kapan investasi Anda kembali modal serta keuntungan yang ingin diraih. Jika usaha ini ingin dilakukan dengan skala menengah memang dibutuhkan modal yang cukup besar, antara ratusan juta sampai satu miliar rupiah.

Ber-partner jadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan. Namun, mencari partner pun tak mudah. Harus ada kecocokan dan kesamaan visi dan misi dalam menjalankan usaha bersama. Juga harus ada hitung-hitungan tegas dan jelas dalam modal serta sistem bagi hasil. Jika tak dibuatkan dalam bentuk legal (badan hukum), harus ada perjanjian bersama yang mengikat.

Banyak sekali seluk beluk soal bisnis ini yang bisa Anda ketahui jika ingin memulainya di level menengah. Untuk informasi lebih lanjut, ada asosiasi atau perkumpulan dari pengusaha laundry (khususnya laundry menengah dan besar), dimana Anda bisa bertanya lebih spesifik dan mendetail seputar usaha ini. Salam usaha!

Konsultan: Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE®, CFP®, RFC®, Wealth Planner™, Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga, Chairman, IARFC (International Association of Registered Financial Consultants) Indonesia

Mendesain Coffee Shop

Salah satu bagian dalam proses membangun bisnis coffee shop adalah mendesainnya. Proses desain ini merupakan awal dari perwujudan bisnis Anda, dari bagaimana coffee shop akan terlihat dari dalam maupun luar, hingga menu apa yang Anda tawarkan. Seluruh aspek desain ini perlu Anda jabarkan di atas kertas, sehingga perencanaan Anda dapat ditangkap dengan jelas oleh investor dan kontraktor yang akan membangunnya. Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain coffee shop, simak tips dari Carl Hose, penulis dan kontributor Blue Review dan Writer's Journal.

1. Pilih lokasi dimana coffee shop akan didirikan. Jika Anda tidak dapat langsung memilih lokasi, setidaknya gambarkan tipe lokasi yang Anda cari. Lokasi memang merupakan faktor penting, karena berhubungan dengan cara Anda mendesain eksterior dari coffee shop tersebut. Jika Anda tidak memiliki gambaran lokasi secara spesifik, Anda perlu mencari beberapa ide tentang dimana letak toko yang Anda inginkan.

2. Pertimbangkan warna dan elemen dekoratif yang meningkatkan suasana coffee shop. Misalnya, bagaimana dinding interior maupun eksterior dari toko Anda dicat dengan warna-warna kopi, dan didekorasi dengan lukisan-lukisan tangan bertema kopi. Cangkir kopi, sekantung kopi dengan biji kopi yang tumpah, serta mesin penggiling kopi, adalah ide-ide desain yang baik. Selain lukisan, Anda juga dapat menambahkan dekorasi ruangan dengan barang-barang bertema kopi, seperti mesin penggiling kopi yang antik, atau koleksi cangkir kopi. Ini hanya sekadar contoh saja. Anda bisa menambahkan apa saja sesuai selera Anda.

3. Buat sketsa untuk berbagai desain sebanyak yang Anda bisa, dengan penampilan dalam maupun luar bangunan coffee shop. Semakin baik Anda dapat menjabarkan sketsa tersebut, semakin efektif sketsa tersebut bagi kontraktor untuk melaksanakan kerja konstruksinya. Jika Anda tidak memiliki pengetahuan artistik untuk memindahkan desain Anda ke atas kertas, Anda perlu mempekerjakan seseorang untuk mengerjakan sketsa tersebut untuk Anda. Gambaran dari design plan ini akan membantu Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan selama tahap pembangunan. Anda juga perlu memperhatikan layout lantainya. Anda tentu ingin pengunjung dapat berjalan dengan nyaman tanpa menabrak meja pengunjung yang lain. Pertimbangkan pula furniture yang Anda gunakan. Yang pasti, Anda akan membutuhkan meja-kursi dan sudut-sudut yang nyaman bagi pengunjung untuk ngobrol sambil menikmati kopi. Stools dan meja-meja, beberapa sofa kecil, dan area untuk pengunjung yang membawa laptop adalah beberapa elemen desain yang praktis.

4. Buat desain menu dengan memikirkan apa keinginan pecinta kopi. Karena Anda mendesain coffee shop dari awal, tentu Anda juga harus mempertimbangkan item-item lain yang membantu kesuksesan coffee shop Anda kelak. Selain kopi segar yang baru dimasak, pastry, cake, atau sandwich dapat menjadi tambahan keuntungan pada menunya. Mendaftar menu yang disajikan di atas kertas, dan menemukan supplier yang cocok, adalah bagian dari proses desain yang dapat menghemat waktu dan uang Anda.

Powered by Blogger